Harga sebuah kepercayaan

Apa yang kalian pikirkan dari judulku diatas kawan?
Terpekur dalam ruangan sempitku hingga pagi ini. Berbatang2 rokok telah habis kuhisap dan menjadi abu dalam asbak. Ya rokok yang kemarin sempat aku tinggalkan karena terasa pahit dan sudah ingin aku jauhi untuk selamanya ternyata malam ini kembali setia menemani malam hingga pagiku, hanya kopi yang belum menemaniku.

Lanjut membaca

Dua Kabar dari barat

Siapa sih orangnya yang tidak merasa bahagia, mempunyai teman dekat seorang perempuan yang tetap memberikan semangat dikala kita sedang terpuruk ditumpukan paling bawah dalam keras dan kejamnya kehidupan.

Kemarin siang aku mendapat 2 kartu pos yang dikirim dari barat tempatku berada berselisih waktu 6 jam dimana aku lebih cepat dari pada teman dekat perempuanku si pengirim kartu pos tersebut. Ya dalam kartu-kartu pos itu dikirim dari beberapa kota dimana dia singgah saat dia sedang menghabiskan liburan kurang lebih 2 minggu lamanya. ” kuharap kita punya semangat itu” sebuah kalimat akhir dari salah satu pesan yang dia sampaikan dibalik kartu pos bergambar resliting itu saat dia menceritakan sebuah kota di Ceska Republika. Sebuah jam astronomi pada abad ke 15 masih berdetak sampai saat ini karena semangat merawat barang kuno dari masyarakat dikota itu yang masih mereka kukuh memegangnya. Bangunan kuno, gedung-gedung tua yang terpelihara, rel kereta yang kokoh.

image

Dan dari kartu pos satunya yang bergambar masakan dengan resep menu dibawahnya, yang dikirimkan dari Vienna. Aku juga mendapatkan satu pesan pengharapan yang begitu besar untuk nanti kami akan selalu bersama didalam kalimat dibalik kartu pos itu.

image

Memang semangatku bertambah untuk tetap bertahan hidup didalam keras kehidupan. Disaat keberuntungan belum berpihak kepadaku hingga saat ini pun aku masih menjadi pengangguran. Mondar-mandir menyinggahi beberapa sudut kota ini untuk mengikuti wawancara kerja dari perusahaan yang memanggilku.
Dan siang ini seorang temanku berteriak iri katanya, apa sih yang tidak kau dapatkan dan pantas saja semua pada menganggapmu hidup enak lanjutnya. Menjadi pengangguran tapi tiap hari masih bisa merokok, minum kopi, makan, dan mempunyai teman dekat perempuan yang hidup di eropa belahan barat bagian dari dunia.
itu hanyalah pandanganmu kawan” jawabku dalam batin. Sebenarnya aku sangat terpuruk dalam kehidupan ini kawan.
Mari kita bersama tumbuhkan semangat untuk menghadapi segala situasi dalam kehidupan ini kawan.

Virus FOUND.000

Pagi hari tadi hp ku berdering keras sekali, dilayar kotak kecil display dari hp itu muncul nama seorang teman di kantor lama dulu. Hai bang apa kabar sapaku pagi ini, baik jawabnya, setelah saling bertukar kabar akhirnya temanku itu bertanya sedang dimana? Sibuk ga? Ini bang masih di kosan, ga sibuk kok kan masih nganggur jawabku. “Bisa minta tolong ga? ” Lanjutnya. ” oh bisa saja bang, apa yang bisa aku tolongin? ” Tanyaku. Begini nih mas temanku mulai bercerita, “komputerku dikantor rusak tidak bisa masuk ke windows seperti biasanya selalu saja restart padahal data-dataku ada disitu semua, bisa minta tolong dibenerin?” lanjutnya  Bisa bang coba saya guide dulu ya “jawabku. ” Sekarang coba dinyalain trus tekan tombol F5 setelah itu ada banyak pilihan bang, pilih pakai tombol panah yang tulisannya safe mode semoga itu nanti bisa masuk ke windowsnya” lanjutku. ” Tidak bisa mas “ jawab temanku itu ” hanya muncul tulisan putih dengan background biru” lanjutnya. Gubrak … blue screen terkaanku, wah pasti virus sudah bercokol di computer temanku. Baik bang aku ke kantornya deh kalo begitu.

Lanjut membaca

Friday is sad day

Jumat 16 Desember 2011,

Ya hari ini jumat dan aku mendapatkan panggilan wawancara kerja dari sebuah kantor dibilangan sudirman. Siapa orangnya yang tak girang mendapat panggilan wawancara kerja, dimana saat itu kita menjadi seorang pengangguran. Seperti itu lah kurang lebih situasi yang sedang aku hadapi saat ini. Sudah berapa kali kukirimkan surat lamaran kerja ke perusahaan-perusahaan yang katanya sedang mencari karyawan untuk bekerja dikantornya tapi sampai dengan saat ini aku masih menganggur tanpa pekerjaan.

Lanjut membaca

Cerita Trotoar

Terbangun  dipagi hari saat bunyi telepon selularku berteriak untuk membangunkan lelap tidurku diujung pagi tadi, hanya kulihat dan langsung ku matikan alarm di telepon selularku itu. Saat jam menunjukan pukul 07:00 kembali ada bunyi-bunyian dari telepon selulerku, saat kulihat ada satu pesan masuk yang dikirimkan pukul 01:34:18 waktu setempat yang perpedaan waktunya sekitar 6 jam ditempatku lebih cepat, yang mencoba membangunkanku disaat mentari telah mulai meninggi setelah semalam aku mencoba menunggu hingga bulan dilangit sudah tak bulat lagi dan akhirnya kulelap dalam tidur.  Benar-benar suatu perbedaan waktu yang agak ganjil, saat ku bangun dia yang disana baru akan menuju ke peraduan malam. Kurang lebih 10 minggu berlalu dengan perbedaan waktu yang sangat sempurna untuk saling tetap berhubungan. Pesan sudah aku balas dengan mengabarkan keberadaanku dipagi ini, bingung yang kemudian hadir setelahnya. Lanjut membaca

Libur telah tiba

Hmmm tak terasa besok libur dan hari berikutnya ditetapkan sebagai cuti bersama walo aku belum berhak mendapatkan cuti tahunan tapi cuti bersama ini aku tetap bias ikut menikmatinya. Kemana kita akan berlibur?  Agak sedikit bingung  akan kemana menikmati dan menghabiskan libur 4 hari ini. Beberapa hari yang lalu hanya ingin pulang ke rumah setor muka ke orang tua dan menghilangkan rasa rindu pada keluarga setelah hampir 2 bulan tak bersua, hanya berkirim kabar melalui sepintas sinyal yang kudapatkan. Lanjut membaca

Rinduku semakin tak bertepi

Rinduku semakin tak bertepi
Bersama temaram senja kemarin sore bayang tubuhmu kian menjauh meninggalkanku dikesunyian malam yang mulai terasa dingin. Kembali ku melangkahkan kakiku mengikuti bayang tubuhmu yang kian menjauh dan kaupun semakin menjauh. Secarik kertas yang telah kugoreskan pena diatasnya kucoba untuk ku titipkan pada hembusan angin malam ini, entah itu adalah kertas yang keberapa yang telah kucoba kukirimkan untukmu lewat hembusan angin malam, aku tetap menyapamu setiap malam tiba. Ku ingin mendengar sedikit kabar tentangmu sebelum kapalku berlabuh didermaga Walau dermaga itu belumlah tampak olehku, rinduku semakin tak bertepi.
Lautan ini semakin luas ku tapaki bersama dengan bintang malam yang tetap setia menemani setiap langkahku mengejar bayangmu sampai ke ujung malam, hembusan angin malam juga masih tetap berkenan ku titipkan setiap carik kertas yang telah ku gores pena diatasnya. Dimanakah dirimu, rinduku semakin tak bertepi.
Tidakkah kau ingin berhenti sejenak melepaskan lelah langkahmu tanggalkan sedikit bebanmu. Marilah kita coba sedikit tersenyum untuk menghalau ombak yang kian melambungkan perahu ini. Bersama menuju pantai dan akan berlabuh didermaga itu. Kabarkanlah padaku melalui hembusan-hembusan angin malam, rinduku semakin tak bertepi.

ABU-ABU

Abu-abu BUKAN Hitam
Abu-abu BUKAN pula Putih
Abu-abu BUKAN Merah
Abu-abu BUKAN pula Orange
Abu-abu BUKAN Biru
Abu-abu BUKAN pula Hijau

ABU-ABU adalah ABU-ABU itu sendiri
Terjadi karena pencampuran antara SEMUA
ABU-ABU adalah ABU-ABU itu sendiri
Seperti tersamarkan dalam riuhnya Perpaduan

ABU-ABU adalah ABU-ABU itu sendiri
Seperti terkesan tidak jelas
Seperti tidak terbaca
Seperti tidak ada arah tujuan

Tetapi ABU-ABU
Tetap bisa JELAS terliat
Tetap bisa terbaca
Dan Tetap ada arah tujuannya
Tinggal bagaimana cara kita menyikapinya

Dikutip dari tulisan lama

Aku Mencintaimu

Aku mencintaimu dengan segala diamku
Engkau begitu cantik
Engkau begitu sempurna
Sentuhan kulitmu begitu halus
Suaramu begitu lembut saat singgah di genderang telingaku
Aku mencintaimu dengan segala diamku
Lidahku kelu saat dihadapanmu
Semua kata pergi menjahuiku saat engkau ada didepanku
Seakan terkunci mulutku
Aku masih mencarimu dengan segala diamku
Nadiku seolah berhenti berdenyut
Jantungku pun seolah berhenti berdetak
Saat rasa rinduku padamu membuncah
Semua malam-malamku masih tetap untukmu
Menanti kehadiranmu
Hingga Saat kau guncang duniaku dengan bentuk pendaman rasa
Kesemuan itu telah kau tunjukkan
Karena aku terlalu membangun impian-impianku
Karena aku mencintaimu dengan segala diamku
Terima kasih telah membangunkanku